Wisata Orangutan| Taman Nasional Tanjung Puting| Camp leakey|

Rabu, 07 September 2011

TEMPAT TEMPAT WISATA

TAMAN NASIONAL TANJUNG PUTING


Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) telah ditetapkan  sebagai pusat konservasi alam flora dan fauna, terutama untuk orangutan Kalimantan (borneo). Sebagai kawasan konservasi bagi flora dan fauna yang ekosistemnya unik, TNPT memiliki berbagai titik kepentingan bagi wisatawan untuk melihat keasria alamnya terutama orangutan. Sekarang dilanjutkan untuk dikembangkan sebagai tempat pariwisata yang dinamis dan sebagai tujuan wisata utama bagi Kabupaten Kotawaringin Barat Kabupaten Kalimantan Tengah.

Lebih dari 600 jenis pohon, 200 jenis anggrek, hampir 250 spesies burung, 28 spesies mamalia besar, 9 spesies primata dan bentuk kehidupan masih banyak berbagi ruang mereka di dalam Taman Nasional Tanjung Puting.

Yang akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan ada akan melihat dan berada di habitat aslinya orangutan. Dikelilingi dengan hutan hujan tropis sebagai hewan utama yang ada di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, mereka hidup bersama dalam satu kawasan dengan primata lainnya dan dengan satwa liar lainya. Mereka semua menjaga untuk mempertahankan status daerah sebagai salah satu jenis surga dunia.

Tempat – tempat yang disinggahi di Taman Nasional Tanjung Puting:
1.    Tanjung Harapan dan Desa Sekonyer
Terletak di zona pengembangan Taman Nasional Tanjung Puting, kawasan ini cocok untuk kegiatan ekowisata, dilengkapi dengan sebuah Pusat informasi, Guest House, Menara Observasi. Di sana diadakan makan orangutan di sore hari. (90 Menit dari Kumai Dengan Perahu).

2.    Pesalat daerah Reboisasi.
Ini adalah area dalam zona Reboisasi khusus yang secara khusus ditetapkan untuk program reboisasi. Di sini, pengunjung di beri tanaman dan mengadopsi bibit pohon sudah disediakan dan akan di tepel papan nama mereka akan diletakkan di depan pohon setiap pengunjung yang melakukan penanaman pohon di daerah ini. Pesalat juga pusat pendidikan konservasi dan camping ground. (20 menit dari tanjung Harapan Dengan Perahu).

3.    Pondok Tangguy
Masih dalam zona pembangunan khusus Taman Nasioanl. Pondok Tanggui tetapkan khusus untuk program anak orangutan dan semi-liar rehabilitasi. Pusat rehabilitasi orangutan menawarkan program pemberian makan orangutan pada pukul 9 pagi yang selalu menarik banyak wisatawan Nasional maupun Internasional (60 Menit dari Pesalat Dengan Perahu)

4.    Camp Leake
Kamp yang terkenal terletak dalam zona pengembangan khusus dan terkenal sebagai pusat penelitian orangutan dan pusat rehabilitasi. Tempat ini sangat dianjurkan dan wajib di kunjungi jika seseorang ingin melihat orangutan liar dan setengah-liar dan juga pemberian makan orangutan. (60 Menit dari Pondok Tangguy oleh Perahu).

5.    Buluh Besar dan Sungai Buluh Kecil
Di tengah Taman Nasional Tanjung Puting, terletak dua sungai dengan air hitam yang tenang dan tidak tercemar dengan danau di tengahnya sungai ini menarik burung migran untuk berkembang biak. Sungai-sungai ini dapat ditempuh dengan klotok setelah 3 jam perjalanan.

6.    Sungai Cabang
Wilayah Sungai Cabang (Cabang Sungai) adalah zona pengembangan tradisional yang menawarkan pantai berpasir yang indah, bersama dengan pengalaman memancing yang menarik budaya tradisional. Pantai dengan pasir putih merupakan tempat bersarangnya bagi penyu, terutama penyu hijau dan penyu skala.

Nikmati pengalaman malam yang tak terlupakan di sungai Sekonyer dengan melihat kunang-kunang berkeliaran di antara daun pohon Nipah, gemerlap di dalam kegelapan seperti cahaya bintang berterbangan.

Selasa, 06 September 2011

Sekilas Tentang Taman Nasional Tanjung Puting

Sekilas Tentang 

Taman Nasional Tanjung Puting

Taman Nasional Tanjung Puting, sudah menjadi “icon” dunia bagi wisatawan bila ingin melakukan perjalanan wisata alam dan melihat orangutan. Tahun 1980, dimana Suaka Marga Satwa Tanjung Puting di tetapkan dalam tingkatan statusnya menjadi Taman Nasional Tanjung Puting, kunjungan wisatawan masih di dominasi oleh para peneliti, baik dari dalam negeri, yang ingin menggali potensi alam, kekayaan flora dan fauna dan pengembangan sebagai kawasan konservasi dan usaha melestarikannya.
Pertengahan tahun 1980an, wisatawan mulai berdatangan, semenjak Prof. Birute MF Galdikas, PdD memulai mempublikasikan berbagai artikel mengenai orangutan khususnya dan Tanjung  Puting pada umumnya keberbagai publikasi ilmiah dan semi ilmiah, dengan dihiasi berbagai foto kegiatan yang cukup menarik, hingga tahun 1980an, wisatawan banyak berkunjung untuk melihat kehidupan flora dan fauna yang ada di sana.
Terjadinya “booming” wisatawan mancanegara, yang berkunjung ke kawasan konservasi ini, setelah dilakukan konferensi internasional mengenai “konferensi Kera Besar” yang menggunakan para pakar, peneliti dan penggiat pelestarian “kera besar” seluruh dunia berdatangan. Baik peneliti orangutan sendiri, peneliti Gorilla, Simpanse dan Bonobo, memberikan masukan untuk program konservasi tersebut dan momen itulah untuk mengangkat kepariwisataan di Tanjung Puting, dengan di tandatangani sebuah piagam mengenai Tanjung Puting oleh Menteri pariwisata dan Budaya, Soesilo Soedarman, saat itu. Paska konferensi itulah, banyak biro perjalanan wisata yang memasarkan Tanjung Puting dengan ‘icon” orangutan sebagai “primadona.”
Pendapat dari seorang peneliti tahun 1970an, yaitu : Barita O. Manullang, PhD yang melakukan penelitian orangutan pada saat itu :
“Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dan sekitarnya memiliki kumpulan ekosistem hutan tropis yang cukup lengkap. Ada beberapa jenis ekosistem yang bisa “dijual” kepada wisatawan, baik untuk pasar domestik maupun mancanegara. Walaupun Tanjung Puting menjadi terkenal karena orangutannya (pada awal 70an), ternyata orangutan bukanlah merupakan satu-satunya daya tarik untuk menarik wisatawan (baik domestik maupun mancanegara) untuk datang berkunjung kesana. Masih ada kehidupan liar lainnya, misalnya bekantan (kera belanda), owa (qibbon), lutung merah (kelasi), yang hidup bergelantungan di pepohonan dan satwa lainnya yang hidup di hutan. Selain itu juga duyung (dugon dugon) yang terdapat disekitar muara sungai, dan puluhan jenis burung-burung (baik residen maupun migratory) di beberapa danau. Wisata yang berpotensi untuk di kembangkan meliputi wisata berkelana ke hutan-hutan (camping, hikking, dll) wisata menyusuri sungai-sungai dan juga wisata untuk mengamati burung-burung (bird watching).

Potensi Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting

1.              Potensi Flora dan Fauna
Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah, didalamnya terdapat 7 (tujuh) tipe vegetasi yaitu Hutan Bakau (Mangrove), Nipah, Hutan Rawa, Hutan Gambut Rawa, Hutan Ilalang, Kerangas dan hutan Dipterocarpus Tanah Kering. Dalam kawasan Taman Nasional Tanjung Puting terdapat berbagai jenis Tumbuhan yang berkasiat sebagai obat tradisional yang digunakan oleh penduduk di sekitar kawasan, diantaranya pasak bumi, jenis tumbuhan lain yang banyak di cari penduduk sekitar secara turun temurun guna memenuhi penghidupannya, baik dari hasil buah/biji, getah atau kulit kayu batangnya atau bagian lainnya seperti tengkawang, jelutung, getah merah, gembor, rotan dan lain-lain.
Jenis-jenis tumbuhan lain yang sudah banyak di kenal di antaranya ulin/pohon kayu besi, ramin, meranti, pulai, nyatoh, lanan, merang, ketiau, keranji dan lain-lain.
Potensi fauna yang terdapat di Taman Nasional Tanjung Puting sangat banyak variasinya, terdapat lebih dari 38 jenis mamalia, lebih dari 16 jenis reptilia, terdapat 9 jenis primata, lebih dari 200 jenis aves (burung), serta beberapa jenis ikan. Jenis primata yang sangat terkenal adalah orangutan, sedang jenis primata lain diantaranya bekantan, monyet, lutung, owa-owa, kukang dan lain-lain.
Jenis-jenis reptilia penting yang menghuni hampir di semua sungai yang ada adalah buaya senyulong dan buaya muara jenis yang lain di antaranya biawak, ular phyton. Ular cobra, kura-kura dan lain-lain. Jenis-jenis burung yang mudah ditemukan diantaranya Rangkong, Raja udang, Elang Ikan, Alap-alap, Pecuk Ular, Kuntul dan lain – lain.

2.              Potensi Wisata
Salah satu fungsi dari Taman Nasional Tanjung Puting adalah sebagai tempat untuk melakukan kegiatan pariwisata dan rekreasi dalam arti wisata alam (ecoturism). Kawasan Taman Nasional Tanjung Puting sebagai kawasan konservasi yang merupakan keterwakilan ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah di Kalimantan, yang kaya akan jenis-jenis flora dan faunanya, terlebih jenis fauna khas seperti orangutan juga bekantan serta jenis satwa yang lainnya menjadikan Taman Nasional Tanjung Puting sebagai tempat yang sangat menarik dari sisi kepariwisataan.
Dalam era globalisasi ini, dimana manusia baik ditingkat local, regional maupun internasional terdapat kecendrungan untuk kembali ke alam (back to nature); maka Taman Nasional Tanjung Puting sebagai kawasan yang masih alami dengan berbagai potensi flora dan faunanya merupakan tempat yang tepat dan sangat besar peluangnya menampung kebutuhan tersebut.
Dengan keberadaan orangutan di dalam Taman Nasional Tanjung Puting, baik di alam bebas maupun di tempat rehabilitasi, dimana satwa ini merupakan satwa langka dan unik, telah menjadikan satwa ini sebagai daya tarik wisata utama di Taman Nasional Tanjung Puting. Selain melihat orangutan, wisatawan juga dapat memperhatikan tingkah laku dan kehidupannya baik yang masih setengah jinak (dari dekat) maupun yang masih betul – betul liar.
Potensi lain yang menarik seperti menyusuri sungai-sungai yang masih asri dan alami dengan satwa-satwa liar di pepohonan seperti bekantan, lutung, monyet atau sekali-kali burung-burung rangkong, elang, raja udang yang terbang di sekitar.

Jumat, 10 Juni 2011

Wisata Taman Nasional Tanjung Puting


Wisata 

Taman Nasional Tanjung Puting


Wisata Alam adalah tur yang sangat menyenangkan dan menarik karena kita dapat berinteraksi langsung dengan alam yang memberikan kesenangan di dalamnya diri, untuk itu kami menawarkan wisata alam untuk melihat hutan tropis Borneo di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, di sini anda akan lihat juga orangutan di habitat alam mereka dan ada beberapa tempat Anda dapat mengunjungi, yaitu Tanjung Harapan, Camp Pondok Tanggui, dan Camp Leakey Pondok Ambung.

Untuk mencapai Taman Nasional Anda akan melalui sebuah sungai yang akan berlalu bagi sekitar 3,5 jam dengan perahu / klotok di pinggir sungai akan Anda menikmati pemandangan menarik. Dalam Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) adalah rumah bagi berbagai spesies hewan unik. Spesies yang paling terkenal yang membuat Taman Nasional ini adalah hewan yang terkenal tidak berbahaya orangutan (Pongo pygmaeus). Borneo Orangutan mempunyai bulu kemerahan gelap dan ekor. Sejalan dengan pertumbuhan usia, jantan dewasa mengembangkan pipinya untuk membentuk bantal. Yang lebih tua, bantalan pipi lebih besar sehingga wajahnya tampak suram.

Taman ini juga terkenal dengan populasi, atau belalai monyet bekantan (Nasalis Larvatus), monyet besar di seluruh dunia hanya dapat ditemukan di Kalimantan (Borneo). Primata lain yang ditemukan di kebun ini termasuk Agile Gibbon (Hylobates agilis), monyet pemakan daun merah atau marun Langur (Presbytis rubicunda), Silver Langur (Presbytis Cristata), monyet pemakan kepiting atau Makaw ekor panjang (Macaca fascicularis), dan Makaw babi (Macaca Nemestriana).
Taman Nasional Tanjung Puting kawasan  didominasi oleh tanaman hutan dataran rendah seperti jelutung (Dyera costulata), ramin (Gonystylus bancanus), meranti (Shorea sp.), Keruing (Dipterocarpus sp.), dan rotan.

Senin, 04 April 2011

Orangutan Taman Nasional Tanjung Puting

Orangutan 

Taman Nasional Tanjung Puting


Taman Nasional Tanjung Puting adalah sebuah taman nasional yang terletak di semenanjung barat daya provinsi Kalimantan Tengah.

Tanjung Puting pada awalnya merupakan cagar alam dan suaka margasatwa dengan luas total 305.000 ha yang ditetapkan oleh pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 13 Juni 1936. Selanjutnya pada tanggal 12 Mei 1984 oleh Menteri Kehutanan, Tanjung Puting ditetapkan sebagai Taman Nasional luasnya menjadi 415.040 ha.

Secara geografis terletak antara 2°35'-3°20' LS dan 111°50'-112°15' BT meliputi wilayah kecamatan Kumai di Kotawaringin Barat dan di kecamatan Hanau serta Seruyan Hilir di Kabupaten Seruyan.

Pemerintah Kotawaringin Barat telah menyiapkan lahan di zona pemanfaatan dalam kawasan tersebut dengan luas 14.000 ha untuk pengembangan dan pembangunan fasilitas wisata.

Kabupaten Kotawaringin Barat dengan ibukotanya Pangkalan Bun terletak di Provinsi Kalimantan tengah memiliki keindahan alam yang menawan dengan areal hutan tropis yang cukup luas terdapat beraneka ragam satwa liar yang menarik utuk di liat. Kabupaten ini kaya akan keindahan alam dan sebagian masih belum tersentuh oleh manusia. Kemajemukan keindahan alam mempesona setiap orang yang berkunjung ke Kabupaten ini karena sebagian wilayah hutan di Kotawaringin Barat masih dipelihara sebagai daerah hijau dan salah satu paru - paru dunia yang ada di Indonesia.

Kawasan TNTP dengan luas areal 415.040 Ha dihuni oleh sekitar 38 jenis mamalia. Tujuh di antaranya adalah primata yang cukup dikenal dan dilindungi seperti orangutan (Pongo pygmaeus), bekantan (Nasalis larvatus), owa-owa (Hylobates agilis), dan beruang madu (Helarctos malayanus). Jenis-jenis mamalia besar seperti rusa sambar, kijang (Muntiacus muntjak), kancil (Tragulus javanicus), dan (babi hutan (Sus barbatus) dapat dijumpai di kawasan ini. Bahkan, beberapa jenis mamalia air seperti duyung (Dugong dugong) dan lumba-lumb dilaporkan pernah terlihat di perairan sekitar kawasan TNTP.
Tanjung Puting dan beberapa taman nasional di kalimantan merupakan tempat akhir dari pengenalan kembali untuk rehabilitasi satwa-satwa liar terutama Orangutan. Begitu anda tiba di Camp Leaky, beberapa Orangutan akan menyambut anda dengan hangat, meskipun mereka kini hidup di dalam hutan yang lebat tetapi mereka masih jinak kepada siapa saja. Sebuah pengalaman yang tak terlupakan yang belum pernah anda miliki.

Karakteristik alamnya adalah hutan hujan khatulistiwa, kesuburan tanah dan memiliki bahan tambang yang bernilai. Sungai yang mengalir menyajikan berbagai gaya hidup, suatu lingkungan yang tenang dengan multi spesies pepohonan dan bakau sepanjang tepian sungai sementara pohon bercahaya dimalam hari diselimuti oleh ribuan kunang – kunang yang indah untuk di pandang.

Beberapa obyek wisata di Tanjung Puting:

1. Tanjung Harapan
2. Pondok Tanggui
3. Camp Pondok Ambung
4. Camp Leakey